Rekonstruksi:Bahasa Austronesia Purba/Siwa
Penampilan
Bahasa Austronesia Purba
[sunting]| < 8 | 9 | 10 > |
|---|---|---|
| Kardinal : *Siwa | ||
Etimologi
[sunting]Mana-mana etimologi bentuk rekonstruksi pada laman ini adalah bersifat kontroversi. Sagart (2004) menganggap kata rekonstruksi ini timbul selepas suatu bentuk bahasa Austronesia Purba yang sebenar (dan lagi awal), sebaliknya daripada pemajmukan *ɣatep (“lima”) + *Səpat (“empat”), dan mengaitkannya dengan Kulon-Pazeh xasebisupat (secara harfiah “lima dan empat”), tetapi Winter (2010) menolak hujah ini atas dasar fonologi dan sejarah.
- Ketekalan perubahan bunyi p → w juga pengguguran bunyi ə dan t,
- "*ɣatepatəlu → *wa(tə)lu-"
- "*ɣatepiSəpat → wiS(ə)wa(t) → *wiSwa/*Siwa"
- kecuali: ɣatepiduSa → pidu, disebabkan oleh p bertemu d, maka ada pengukuhan bunyi.
- Sagart (2014), pa → wa, manakala pi masih lagi pi
- "*ɣatepituSa → *pitu"
- "*ɣatepatəlu → wa(tə)lu → *walu"
- "*ɣatepiSəpat → piS(ə)wa(t) → *piSwa/*Siwa"
Sebutan
[sunting]Kata bilangan
[sunting]*Siwa
Turunan
[sunting]- Melayu-Polinesia Purba: *siwa
Rujukan
[sunting]- Sagart, Laurent. 2004. "The higher phylogeny of Austronesian and the position of Tai-Kadai." Oceanic Linguistics 43, 2:411–444.
- Winter, Bodo. 2010. "A note on the higher phylogeny of Austronesian." Oceanic Linguistics 49, 1:282–287.
